Rabu, 28 Februari 2018
Peraturan basket
PERTURAN RESMI
BOLABASKET
RANGKUMAN PERUBAHAN 2017
NOTE
• Materi ini dibuat oleh FIBA Referee Department dan
tidak boleh diedit kecuali menggunakan apa yang
disebut "membuka template" tanpa FIBA logo.
• Lihat dokumen "FIBA_Powerpoint_Presentations"
untuk rincian.
• Jika Anda mengidentifikasi kekeliruan atau
perbedaan dalam materi ini, harap memberitahu
FIBA Referee Department di refereeing@fiba.com
Pasal 25 Travelling (1)
25.1 Definisi
25.1.1. Travelling adalah pergerakan yang tidak sah dari satu atau
dua kaki melebihi batas yang telah ditentukan pada pasal ini,
ke segala arah, ketika memegang bola hidup di lapangan
permainan.
25.1.2 Pivot adalah pergerakan yang sah di mana seorang pemain
yang sedang memegang bola hidup di lapangan permainan
melangkah sekali atau lebih dari sekali ke segala arah dengan
kaki yang sama, sedangkan kaki lainnya yang disebut kaki
pivot, tetap pada titik dimana kaki tersebut menyentuh lantai.
Pasal 25 Travelling (2)
25.2.1. Menentukan kaki pivot bagi seorang pemain yang menangkap
bola hidup di lapangan permainan:
Jika seorang pemain yang menangkap bola ketika sedang berdiri
dengan kedua kaki di lantai:
Pada saat satu kaki diangkat, kaki lainnya menjadi kaki pivot.
Untuk memulai dribble, kaki pivot tidak boleh diangkat sebelum
bola dilepaskan dari tangan (kedua tangan)
Untuk mengoper atau menembak untuk mencetak angka, pemain
tersebut boleh melompatkan kaki pivot, tetapi tidak satu kakipun
boleh kembali ke lantai sebelum bola dilepaskan dari tangan
Pasal 25 Travelling (3)
Jika seorang pemain yang menerima bola ketika dia bergerak pada saat mengakhiri
dribble boleh mengambil dua langkah untuk berhenti, mengoper atau menembak bola:
1. Jika menerima bola, pemain tersebut akan melepaskan bola untuk memulai
dribble-nya sebelum langkah keduanya.
2. Langkah pertama terjadi ketika satu kaki atau kedua kaki, menyentuh lantai
setelah mendapatkan penguasaan bola.
3. Langkah kedua terjadi setelah langkah pertama ketika kaki lainnya menyentuh
lantai, atau kedua kaki menyentuh lantai secara bersamaan.
4. Ketika pemain yang berhenti pada langkah pertamanya dengan kedua kaki di
lantai atau kedua kaki tersebut menyentuh lantai secara bersamaan, dapat
melakukan pivot menggunakan kaki manapun sebagai kaki pivot. Jika kemudian
dia melompat dengan kedua kaki, tidak ada kaki yang dapat kembali ke lanta
Pasal 25 Travelling (4)
5. Jika seorang pemain mendarat dengan satu kaki dia hanya dapat melakukan
pivot menggunakan kaki tersebut.
6. Jika seorang pemain melompatkan satu kaki pada langkah pertama, dia dapat
mendarat dengan kedua kaki secara bersamaan untuk langkah keduanya. Pada
situasi ini, pemain tersebut tidak dapat melakukan pivot dengan kaki manapun.
Jika satu kaki atau kedua kaki kemudian meninggalkan lantai, tidak ada kaki yang
dapat kembali ke lantai sebelum bola lepas dari tangan (kedua tangan).
7. Jika kedua kaki berada di udara dan pemain tersebut mendarat pada kedua kaki
secara bersamaan, pada saat satu kaki diangkat kaki lainnya menjadi kaki pivot.
8. Seorang pemain tidak dapat menyentuh lantai secara berurutan dengan kaki atau
kedua kaki yang sama setelah mengakhiri dribble-nya atau mendapatkan
Pasal 25 Travelling (5)
25.2.3. Seorang pemain jatuh, berbaring atau duduk di lantai:
Adalah sah ketika seorang pemain jatuh dan meluncur di lantai
saat memegang bola atau, saat berbaring atau duduk di lantai
mendapatkan penguasaan atas bola.
Adalah suatu violation jika pemain tersebut kemudian berguling
Pasal 37 Unsportsmanlike foul (1)
37.1 Definisi
37.1.1. Unsportsmanlike foul adalah foul dengan persinggungan seorang pemain di mana, dalam
penilaian wasit:
• Bukan merupakan usaha yang dibenarkan untuk memainkan bola secara langsung di dalam
semangat dan maksud dari peraturan.
• Persinggungan berlebihan, keras yang disebabkan oleh pemain dalam upaya untuk bermain
dengan bola atau lawan.
• Persinggungan yang tidak perlu yang disebabkan oleh pemain bertahan untuk menghentikan
laju tim penyerang saat transisi.
Hal ini akan berlaku sampai dengan pemain penyerang memulai gerakan menembaknya.
• Persinggungan yang dilakukan pemain bertahan dari belakang atau samping terhadap
lawannya dalam usahanya untuk menghentikan fast break dan tidak terdapat pemain bertahan
antara pemain penyerang dan keranjang lawan.
Hal ini akan berlaku sampai dengan pemain penyerang memulai gerakan menembaknya.
• Persinggungan yang dilakukan pemain bertahan terhadap lawan di lapangan selama 2 menit
terakhir pada periode keempat dan pada tiap periode tambahan, ketika bola di luar lapangan
untuk throw-in dan masih di tangan wasit atau telah diserahkan/berada pada pegangan pemai
Pasal 37 Unsportsmanlike foul (2)
37.1.2. Wasit harus menginterpretasikan Unsportsmanlike
foul secara konsisten selama pertandingan dari awal
sampai akhir dan harus menilai tindakannya saja.
Pasal 37 Unsportsmanlike foul (3)
37.2 Hukuman
37.2.1. Sebuah unsportsmanlike foul akan dibebankan terhadap pelakunya.
37.2.2. Free-throw (beberapa free-throw) akan diberikan kepada pemain yang dikenai foul, diikuti dengan:
• Throw-in di perpanjangan garis tengah, bersebrangan dengan petugas meja.
• Jump ball di dalam lingkaran tengah untuk memulai periode pertama.
Jumlah free-throw akan sebagai berikut:
• Jika foul dilakukan terhadap seorang pemain yang tidak dalam gerakan menembak: 2 free-throw
• Jika foul dilakukan terhadap seorang pemain dalam gerakan menembak: bola masuk, jika
tercipta, akan dihitung dan, sebagai tambahan, 1 free-throw.
• Jika foul dilakukan terhadap seorang pemain dalam gerakan menembak dan tidak terjadi bola
masuk: 2 atau 3 free-throw.
37.2.3. Seorang pemain akan didiskualifikasi pada pertandingan tersebut ketika dia telah dibebankan
dengan 2 unsportsmanlike fouls, atau 2 technical fouls, atau dengan 1 technical foul dan 1
unsportsmanlike foul.
37.2.4. Jika seorang pemain didiskualifikasi berdasarkan Pasal 37.2.3, hanya unsportsmanlike foul
tersebut yang merupakan foul yang akan dihukum dan tidak ada hukuman tambahan yang
Hukuman Foul
Kapanpun seseorang telah didiskualifikasi dan foul
tersebut secara peraturan dibebankan kepada pelatih
sebagai bench foul hukumannya akan menjadi 2 free throw
sama dengan disqualifying foul lainnya. Di scoresheet foul
yang demikian akan dimasukkan sebagai B2.
Hal ini diterapkan untuk semua disqualifying foul terhadap
anggota team bench, seperti pemain pengganti, asisten
pelatih and excluded players dan diterapkan juga untuk
Tugas Pelatih
Daftar anggota tim dan informasi lanjutan tim
seperti yang diminta pada pasal 7.1 akan
diberikan kepada pencatat angka setidaknya
40 minute sebelum pertandingan dijadwalkan
Definisi Tim
Jumlah maksimum anggota delegasi yang
mendampingi yang boleh duduk di bangku
cadangan tim dengan tanggungjawab khusus,
ditambah menjadi 7.
Karenanya akan terdapat maksimum 16 bangku
yang tersedia di daerah bangku cadangan tim.
Tim terdiri dari: max 12 pemain, 2 pelatih dan 7
anggota pendamping = keseluruhan 21.
Seragam Tim
• Jika kaos mempunyai lengan haruslah berakhir di atas
siku. Baju dengan lengan panjang tidak
diperbolehkan.
• Kaos kaki harus terlihat.
• Sepatu boleh mempunyai kombinasi warna apapun,
tetapi sepatu kiri dan kanan harus sama.
Tidak terdapat lampu menyala, bahan yang
memantulkan cahaya atau perhiasan lain yang
Definii Baru untuk Tim Wasit
Pemimpin tim wasit dengan tugas dan tanggung
jawab khusus sekarang disebut:
Crew Chief (sebelumnya Referee)
Anggota tim wasit lainnya disebut:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar